Hadirmu seperti ombak lautan yang begitu mengguncang Mengobrak abrik hati yang sudah memulai pondasi baru Sekian tahun berlalu, ku tlah belajar lupa dan mengikhlaskan Tapi mengapa kau dengan seenak hati mengusik dalam mimpi Tertatih tatih, sungguh diriku Merangkak, perlahan berusaha berdiri Berjalan dan mulai berlari selayaknya bayi Sekuat tenaga, berusaha menghapus bayangmu dalam hati sanubari Kau telah memilih dya sedari awal Tak secuilpun hadirku dalam benakmu Tapi mengapa kau mengusikku lagi? Meski hanya dalam mimpi
Just a Javaness people. Love tradition of Java and Japan. If you wanna copy my stories, you must include the source. Be a good people, arigatou~