Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Gadis Malang

  Di pojok kamar sebelah kiri Seorang gadis tersedu sendiri Memikirkan banyak hal seorang diri Menanggung semua beban di pundaknya lagi      Terduduk ia menahan beratnya kehidupan Impian dan kenyataan tak sejalan beriringan Dihadapkan dengan problema dan problematika Dituntut untuk menuntaskan sesegera   Terjatuh tersungkur si gadis yang tak lagi kecil itu Tertimpa pahitnya nasib kehidupan semu Tak ada satupun tangan yg berusaha meraih dan menggapainya Tertatih tatih ia berdiri berjalan dan berlari kembali pada dirinya   Hatinya berteriak dg lantang  Namun, lisan terkunci rapat dan memilih diam Tak kuasa menahan, terisak kemudian di tengah malam 

Hidup

  Egois sifat yang telah mendarah daging di rumah ini Tiada seorangpun yang ingin mengalah  Semua berkompetisi untuk menang Tidak peduli jika menyakiti satu sama lain Tidak peduli seberapa besar luka yang didapat  Yang terpenting, ia diakui benar dan tentu saja menganggap dirinya menang      Hidup bukanlah sebuah lomba Hidup bukan melulu soal kemenangan atau kekalahn Hidup juga bukan hanya tertuju pada bahagia atau kesedihan Lantas apa hakikat hidup sebenarnya? Yang kutahu kita hidup untuk menuju kematian Tapi kematian juga   bukan akhir dari perjalanan hidupmu Masih ada kehidupan setelah kematian itu menjemput Semua hal yang kau lakukan di dunia kan dipertanggungjawabkan  Sudah siapkah kamu menyambut hidup?  

Teman

  Waktu terus berjalan Hari terus berganti Begitu pula dengan siklus pertemanan Berganti tempat berganti teman     Tidak ada yang abadi Dulu, kau dapat berucap “pertemanan ini kan berlangsung selamanya” Sekarang, tidak lagi kau temukan teman seperti kala Hidup pun terus berjalan meski tanpa teman     Sendiri adalah hal biasa Seperti makanan yang kau konsumsi sehari-hari Namun Tuhan tolong..... Hamba ingin berbagi Rasa sedih dan bahagia ini pada seseorang Bukan pada pujaan, hanya pada seorang teman Bukan teman yang datang dan pergi Namun seorang teman yang kan bersama hingga akhirat nanti  

Keberadaan Alergen

Ngomong doang itu gampang Nasehatin iku perkara biasa Banyak orang bicara omong kosong sok bijak sok nasehatin Namun, pada kenyataannya dia tidak berkaca Seperti sebuah lingkaran setan yang berputar Orang pertama ngomong bla bla pada orang kedua Orang kedua ngomong bla bla juga pada orang ketiga Terus terulang dan kembali lagi pada orang pertama  Hanya lewat omongan, bukan tindakan nyata  Lama kelaman orang pertama teriritasi  Merasa telah terjangkit alergi  Setiap mendengar kata langsung bersin Setiap dinasehati, otomatis sesak sulit bernapas  Netizen, bucin, bullying, cyberbullying, insecure, body shaming meraja lela di dunia maya  Keberadaannya sudah seperti alergen yang menginfeksi banyak mata dan telinga  Lantas, bagaimana mengatasinya (?)  Mari renungkan dan diskusikan bersama._.

Crisis of Life

  Pernahkah kalian merasa diambang krisis? Merasa bahwa semua menyudutkanmu Merasa tidak ada seorang pun bersamamu Merasa semua yang kau lakukan seakan salah Merasa tidak dibutuhkan lagi dalam hidup Merasa ingin tertabrak kendaraan saja sepanjang perjalanan pulang Merasa ingin menghilang saja dari dunia   Jika pernah, selamat kamu telah melewati sebuah ujian Selamat, kini kamu berada di sini untuk membaca ini Selamat, kamu berhasil melalui semua hal sulit itu Yakinlah, kamu tidak sendirian jika merasakannya Banyak orang di luar sana yang mengalaminya Tergantung bagaimana kamu bertahan dan berjalan di atasnya Hingga menemukan sebuah jalan keluar bernama kedewasaan