Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Mimpi Abadi

Tak dapat dilukiskan hanya dg kata "senang" ketika kita bertemu lagi setelah sekian lama... Meskipun hanya pertemuan dalam sebatas mimpi, Seketika rindu semakin membuncah, ingin sekali melihatmu lagi tersenyum di depanku! Kukecup kedua pipimu kau pun mengejekku  Tak kuhiraukan ejekanmu, tak lepas senyum tersungging di wajah ini.... :) Terasa nyata pertemuan kita semalam... Jika Tuhan mengizinkan, rela ku tak terbangun dan tenggelam dalam mimpi bersama denganmu.  Karena di dunia sepi tak kutemui sosokmu lagi :')  

Sandwich Family

Kenangan menyakitkan selalu membayangi hari-hari... Banyak kata "seandainya" bermunculan di kepala...  Logika tertutup oleh rasa sakit yang terus berdenyut nyata...  Akankah lagi dapat kurasakan bahagia, menjalin kisah dg seseorang nantinya.. Akankah jalan terbuka untukku kelak...? Trauma membayangi diri di siang dan malam...  Teringat luka yg kudapat saat menjalin asmara...  Bukan luka dr Dia, namun luka sebab orang yang harusnya dewasa menerima saat putrinya bersama pujaan. Bukan lega sang Putri telah berkeluarga, namun tak rela jika tak lagi mendapat manfaat seperti sedia kala. ... Diri ini terjerat dalam keluarga sandwich, yang bertumpuk-tumpuk rasa perih. Perih yang tak tahu kapan kan pulih, hari-hari pun merintih.  

Deep Sigh

Sejenak, helaan napas berat kembali terdengar. Perlahan, titik-titik air mulai membasahi pipi. Berlari, mencari penghiburan kesana kemari.  Berharap, semua dapat teratasi dan everything is gonna be okay.  Namun, smua itu tak dapat menahan kerinduan yg menyeruak dlm hati.  Satu persatu, kenangan kebersamaan terlintas dan memenuhi isi pikiran.  Nalar yang susah payah ditata rapi, terkoyak dan hancur berkeping lagi.  Mengapa semua ini terjadi, mengapa ini terjadi kepada kita?  Tak sebentar penantianmu dan penantianku untuk menyatu, namun bagai sekejab mata persatuan itu direnggut.  Kini aku sendiri menghadapi hari, tanpamu tempatku menyandarkan hati.  Tergeletak terisak menahan sesak ketika sendiri, ironinya tertawa bergembira di depan massa. 

Sadly 1st Anniversary

Setahun yg lalu, tepatnya di malam ini, mata sulit tuk dipejamkan...  Hati terlalu bersemangat untuk menyambut esok hari... Hari yg telah menjadi penantian kita selama kurang lebih 8 tahun, akan segera berbuah manis.  Prakata dan janji suci kan terucap esok pukul 08.00 pagi tepat. Keringat peluh terlihat jelas di kening dan tanganmu  Pertama kalinya aku melihatmu segugup itu.  Dan para saksi mengucap "Sah" atas janji suci yg telah kita ikrarkan.  Yg kukira bahagia kan mengarungi dunia baru kita, seperti pasangan pada umumnya.  Kenyataan, neraka kehidupan telah menganga menanti rasa bahagia kita.  Bertubi-tubi cobaan menerpa, tanpa lelah dan mengeluh tak seperti aku maupun kamu.  Bukan bahagia, namun kesedihan yg tiada bertepi hingga ajal menjemput pujaanku, belahan jiwaku.  Kini, aku sendiri mengingat hari suci yg kan semestinya akan kita sambut esok hari.  Sungguh pilu hati ini bee, kumohon....  Temui aku meski hanya dlm mimpi, bia...