Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Dongeng Fabel

Dongeng Fabel  Dongeng fabel yaiku sawijining crita fantasi kang paraga utamane awujud kewan, tetuwuhan, utawa piranti/samubarang kang solah bawane kaya manungsa. Bisa caturan, mikir, lan tumindak kaya dene manungsa. Saben fabel mesthi ngemot piwulang moral utawa piwulang wigati kang bisa didadekake tuladha ing bebrayan.    Tuladha Wacan Dongeng  Tuladha ing ngisor iki, crita karangan kang dianggit dening panulis blog iki dhewe. Crita iki uga dinggo maju lomba ndongeng FTBI ing tingkat kutha Surakarta taun 2025, sanajana mung masuk 10 besar. Yen arep copas, aja lali sertakan sumber ya lur, aja dadi wong kang seneng plagiat.    Kebo Bule lan Macan Tutul ( dening Hayu) Ing alas sacedhaking Gunung Lawu, urip maneka werna sato iwen. Kebo Bule, salah sawijining kewan kang kawentar gagah prakosa lan paling wicaksana saindenging alas. Kewan-kewan ing kono padha kurmat lan seneng njaluk tulung marang dheweke. Dening para kewan, Kebo Bule diceluk...

Aku kembali

Aku kembali... Iseng, kulihat kembali tulisan-tulisan yang termuat dalam blog ini Wah, aku langsung tersadar bahwa aku pernah begitu depresi Jika saja, tidak ada kesibukan yang membunuh rasa itu, sepertinya aku akan beneran mati Entah, mati dalam hal nyata atau fana dalam diri, hihihi lucu sekali  Aku kembali... Kembali ke sini untuk sekedar mengisi  Apa? Tentu saja tulisan random lagi Selain menangis, nyatanya ini cukup efektif Terutama jika kau tidak pandai membual kesana kemari Menulis bisa menjadi obat dan memberi cukup energi  Aku kembali... Kutemukan diri mulai berulah seperti ini  Mencoba berbagai cara untuk menyibukkan diri yang entah aku sendiri tidak tahu lagi Berpura-pura membuang semua hal yang berdenging di lubuk hati Membunuh pikiran-pikiran yang kan menyakiti diri Bersembunyi dari luka dan duka yang membuat malam-malam seperti ironi Aku masih berharap bahwa semua yang terjadi hanyalah mimpi  Namun, nyatanya ini semua asli  

Hampa dan Kosong

Hai, aku balik lagi.  Masih belum bisa percaya, bahwa ayah sudah berada dipelukan Allah sekarang ini. Aku kira, ayah akan balik sehat lagi dan memberi kami nasihat seperti orang tua pada umumnya. Tapi, aku harus menerima takdir ini bukan? Hidupku harus tetap berjalan meski sangat sepi memang, aku tidak menyangka bahwa hatiku menjadi sangat hampa tanpa kehadiran ayah yang sebenarnya juga tidak begitu dekat denganku.  Sudah dua minggu berlalu di rumah tanpa adanya ayah, kami semua merindukannya dan merasa kehilangan karenanya. Kami semua sakit setelah ditinggal pergi olehnya. Iya, kami serumah semuanya, aku, ibuk, dan adik-adikku jatuh sakit hingga kini. Aku masih tidak menikmati berbagai makanan yang ada di depan mata, makan sedikit rasanya sudah sangat kenyang, muntah juga seperti menjadi rutinitas sekarang setiap pagi hari. Dan yang lebih buruk, adik perempuanku. Dia tidak bisa tidur selama satu minggu lebih, sejak dari perawatan rumah sakit dia telah berjalan mondar mandir s...