Aku lengah karena terlalu menikmati hari dengan bahagia Aku lupa bahwa bahagia senantiasa diiringi dengan derita Ya, ini murni kesalahanku. Aku bersalah karena tidak bisa mengendalikan diriku. Karena kebodohanku, kini pikiran ingin mengakhiri hidup tercetus kembali Dasar bodoh, harusnya kau konsisten dalam kesedihanmu Supaya tak terlalu sakit saat sedih yg lain menghampirimu Dasar picik, harusnya kau sadar dengan pilihanmu Tidak ada pilihan happy end seperti drama yang kau tonton sepanjang hari itu Itu semua sudah disetting dengan epic oleh sutradara. Sedangkan kau, kau lupa bahwa skenario hidupmu telah ditetapkan sebelum nyawa menyatu di raga. Karena angkuhmu, kini Sang Khaliq menghukummu.
Just a Javaness people. Love tradition of Java and Japan. If you wanna copy my stories, you must include the source. Be a good people, arigatou~