Bukan membahas frekuensi tentang seberapa sering Tapi ini mengenai frekuensi yang membuat kita nyaman Pernah kan kalian mendengar istilah “teman yang sefrekuensi” (?) Bukan melulu tentang hal-hal sama yang disukai sih Tapi lebih kepada ketersinambungan yang membuat kita bisa “sefrekuensi” Semakin dewasa kita tidak membutuhkan banyak relasi Kita hanya membutuhkan dua atau satu orang saja yang “sefrekuensi” dengan kita Nyatanya menemukan “frekuensi” yang sama itu bagai mencari jarum di tumpukan jerami Orang terdekat dengan kita, yakni keluarga ternyata berbanding terbalik “frekuensinya”, bahkan ga jarang teramat sangat beda “frekuensi”. Bahkan pasangan entah pacar atau suami maupun istri pun sering tidak “sefrekuensi” Itulah asal muasal munculnya istilah “teman yang sefrekuensi”, mungkin (?) Bolehlah kita ngobrol ngalor ngidul dengan teman tersebut Tapi jangan menutup diri juga dari peradaban Jangan karena tidak “sefrekuensi” lantas acuh tak acuh dengan orang lain Belajarlah untuk menem...
Just a Javaness people. Love tradition of Java and Japan. If you wanna copy my stories, you must include the source. Be a good people, arigatou~