Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Puspa Wardaya

Sekar kang awit isih kuncup Arum gandane mangambar Hamengku puspa lan patra Raden bagus tinemu raden ayu Udarasa sajroning wardaya Lumantar medhia maya jaman semono Lumaku kanthi gojag gajeg Apa pangrasa sing dirasa pancen nyata Nora amung kliwat lan sawetara Ra krasa sadawane sapta arsa Awya kendhat micara lumantar aksara Harsuka cuwa sarta amarah Adat waton kang lumaku saben dina Yatma apadene yatra tan bisa gegenteni Uluk salam lumaku tumuju prajanji suci

Please....

  Wahai badaningsun... bertahanlah!! Jangan roboh!!! Kumohon...... Kalau sampai tiang penyangga jiwa ini pun runtuh seperti halnya hati yang amat rapuh Lantas, apa yang kan terjadi pada atma? Kumohon...... dengan amat sangat tetaplah kokoh berdiri meski hati ini hancur berkeping-keping

Serba Salah

Kusimpan untuk diriku sendiri Kesedihan ini kan kututup rapat dalam hati Tak kan kubiarkan seorang pun mengusik rasa sedih ini Kubiarkan tenggelam dalam jurang kegelapan hati Bagai tersengat jutaan volt listrik Ku mengejang terpaku berdiri Seketika  itu juga rasa sakit menjalar ke seluruh saraf tubuh ini Berulangkali meminta mati yang pada dasarnya adalah hal pasti Tersedu teringat nasib yang perih kini

Gadis Malang

  Di pojok kamar sebelah kiri Seorang gadis tersedu sendiri Memikirkan banyak hal seorang diri Menanggung semua beban di pundaknya lagi      Terduduk ia menahan beratnya kehidupan Impian dan kenyataan tak sejalan beriringan Dihadapkan dengan problema dan problematika Dituntut untuk menuntaskan sesegera   Terjatuh tersungkur si gadis yang tak lagi kecil itu Tertimpa pahitnya nasib kehidupan semu Tak ada satupun tangan yg berusaha meraih dan menggapainya Tertatih tatih ia berdiri berjalan dan berlari kembali pada dirinya   Hatinya berteriak dg lantang  Namun, lisan terkunci rapat dan memilih diam Tak kuasa menahan, terisak kemudian di tengah malam 

Hidup

  Egois sifat yang telah mendarah daging di rumah ini Tiada seorangpun yang ingin mengalah  Semua berkompetisi untuk menang Tidak peduli jika menyakiti satu sama lain Tidak peduli seberapa besar luka yang didapat  Yang terpenting, ia diakui benar dan tentu saja menganggap dirinya menang      Hidup bukanlah sebuah lomba Hidup bukan melulu soal kemenangan atau kekalahn Hidup juga bukan hanya tertuju pada bahagia atau kesedihan Lantas apa hakikat hidup sebenarnya? Yang kutahu kita hidup untuk menuju kematian Tapi kematian juga   bukan akhir dari perjalanan hidupmu Masih ada kehidupan setelah kematian itu menjemput Semua hal yang kau lakukan di dunia kan dipertanggungjawabkan  Sudah siapkah kamu menyambut hidup?  

Teman

  Waktu terus berjalan Hari terus berganti Begitu pula dengan siklus pertemanan Berganti tempat berganti teman     Tidak ada yang abadi Dulu, kau dapat berucap “pertemanan ini kan berlangsung selamanya” Sekarang, tidak lagi kau temukan teman seperti kala Hidup pun terus berjalan meski tanpa teman     Sendiri adalah hal biasa Seperti makanan yang kau konsumsi sehari-hari Namun Tuhan tolong..... Hamba ingin berbagi Rasa sedih dan bahagia ini pada seseorang Bukan pada pujaan, hanya pada seorang teman Bukan teman yang datang dan pergi Namun seorang teman yang kan bersama hingga akhirat nanti  

Keberadaan Alergen

Ngomong doang itu gampang Nasehatin iku perkara biasa Banyak orang bicara omong kosong sok bijak sok nasehatin Namun, pada kenyataannya dia tidak berkaca Seperti sebuah lingkaran setan yang berputar Orang pertama ngomong bla bla pada orang kedua Orang kedua ngomong bla bla juga pada orang ketiga Terus terulang dan kembali lagi pada orang pertama  Hanya lewat omongan, bukan tindakan nyata  Lama kelaman orang pertama teriritasi  Merasa telah terjangkit alergi  Setiap mendengar kata langsung bersin Setiap dinasehati, otomatis sesak sulit bernapas  Netizen, bucin, bullying, cyberbullying, insecure, body shaming meraja lela di dunia maya  Keberadaannya sudah seperti alergen yang menginfeksi banyak mata dan telinga  Lantas, bagaimana mengatasinya (?)  Mari renungkan dan diskusikan bersama._.

Crisis of Life

  Pernahkah kalian merasa diambang krisis? Merasa bahwa semua menyudutkanmu Merasa tidak ada seorang pun bersamamu Merasa semua yang kau lakukan seakan salah Merasa tidak dibutuhkan lagi dalam hidup Merasa ingin tertabrak kendaraan saja sepanjang perjalanan pulang Merasa ingin menghilang saja dari dunia   Jika pernah, selamat kamu telah melewati sebuah ujian Selamat, kini kamu berada di sini untuk membaca ini Selamat, kamu berhasil melalui semua hal sulit itu Yakinlah, kamu tidak sendirian jika merasakannya Banyak orang di luar sana yang mengalaminya Tergantung bagaimana kamu bertahan dan berjalan di atasnya Hingga menemukan sebuah jalan keluar bernama kedewasaan

Tak Mengerti

Aku sendiri tidak mengerti dengan diriku Aku begitu mudah kecewa Aku begitu mudah menangis Hanya karena  hal biasa Yang sebenarnya tidak perlu untuk ditangisi   Aku tidak mengerti diriku lagi  Meski begitu sering dikecewakan Meski begitu sering menangis karnanya Diri ini masih bertahan  Apa ini yg namanya penjara?  Terpenjara dalam sebuah relation  Terpenjara karena takut untuk keluar Terpenjara karena tidak menemukan cahaya  Terpenjara dan semakin terpuruk dalam jurang kegelapan 

Sabar ya, Ikhlas ya....

Aku sedari awal sudah mengetahuinya  Bahwasanya dunia ini memang kejam Berulangkali aku meyakinkan diriku, semua kan baik saja Berulangkali pula ku tersadar bahwa tak semudah itu menerima  Acapkali dan mudahkali orang-orang berkata "Sabar ya, yg ikhlas ya..."  Namun, sendirinya tak sejalan dengan apa yg telah ia lontarkan Ku menyaksikan rintik-rintik hujan kerapkali datang Membasahi tanah yg kering kerontang Sayang bukan subur ia dapatkan  Melainkan jalan menuju kematian

Terpaksa Menyerah

Hamba hanya ingin sedikit bercerita Suatu hari hamba dihadapkan dengan masalah yang biasa dialami tokoh-tokoh dalam sinetron Hamba dan keluarga diusir dari kontrakan karena kesalahan salah satu anggota keluarga Lidah memang tajam seperti pisau, sehingga membuat orang terluka Kembali lagi ke pokok masalah, kami diusir secara halus “Kalian harus mencari kontrakan mulai bulan xxxxx,” begitulah yang dikatakan pemilik rumah Padahal jatuh tempo kontrakan masih beberapa bulan kemudian Tentu saja, ini menjadi pukulan besar yang menghantam kepala kami seketika Baiklah, hamba segera mencari solusi dengan mencari tempat yang lebih baik ke sana kemari Bertanya pada orang satu hingga orang yang mungkin keseratus jumlahnya Namun sayang seribu malang, usaha hamba berakhir sia Kepala keluarga menolak semua pilihan yang hamba lontarkan Kepala, mata, hati, tangan, dan kaki hamba merasa tak berdaya Semua yang telah mereka usahakan nyatanya percuma Apa gunanya hamba mencari jalan keluar jika semua dibu...

Rekasa

Rekasane dadi wong raduwe Neng ngendi-endi dinyek diremehne Rekasane dadi wong raduwe  Manggon wae pindah mrono mrene  Rekasane dadi wong raduwe  Saben taun ngupaya golek kontrakan kono kene  Rekasane dadi wong raduwe  Arep seneng ana wae alangane  Dhuh... Gusti kang Maha Asih  Tulung peparingna tresna sih  Dhuh... Gusti kang Akarya Jagad Tulung peparingna bandha donya lan akerat 

Sendiri

Sendiri  bukan berarti sepi Sendiri bukan berarti sunyi Terkadang orang memerlukan waktu sendiri Menikmati waktu dengan menyendiri Bertemu dan berbicara dengan orang tak selalu menyenangkan  Bersama banyak orang bahkan dapat menyebabkan kesepian Saat sendiri bisa melakukan semua hal sesuka hati Tanpa mengkhawatirkan cibiran dan hati yang iri

Posisi Sukses

Kegagalan adalah kunci kesuksesan Begitu yg sering kudengar dan kubaca Termenung diam kemudian Berpikir dengan keras tentang kalimat sederhana Apa benar demikian? Lantas, apa sebutan bagi orang yang gagal hingga akhir hayat? Di mana letak kesuksesan itu berada? Di alam kematian? Namun, apabila tidak juga ditemukan? Di mana sesungguhnya wahai kau kesuksesan? Apakah hanya dimiliki orang-orang yang beruntung? Atau hanya bagi orang kaya harta tahta dan wanita? Di mana wujud "kesusksesan" sesungguhnya? Masih dalam pikiran dan angan